HomeArtikelCUAN ! Cara Memulai Bisnis WO Wedding Organizer

CUAN ! Cara Memulai Bisnis WO Wedding Organizer

Artikel 0 2 likes 37 views share

Pernikahan adalah momen paling berkesan dalam hidup tiap pasangan suami isteri. Karena itulah kesempatan sekali seumur hidup ini takan disia-siakan dan akan dibuat semewah mungkin sesuai kemampuannya masing-masing. Lain halnya bagi para pelaku bisnis, hal ini justru jadi kesempatan bagus untuk mendulang keuntungan dengan cara memulai bisnis WO.

Bisa dibilang bisnis wedding organizer (WO) adalah bisnis yang tidak akan ada matinya. Memiliki risiko rendah tapi keuntungan yang didapatkan menjanjikan. Namun karena menjadi WO itu cukup merepotkan sekaligus melelahkan jadi jarang yang menekuninya tak seperti bisnis lainnya. Walau begitu justru itu bagus bagi kita yang ingin memulai bisnis ini karena tak memiliki banyak pesaing.

Seputar Cara Bisnis WO

Wedding Organizer (WO) merupakan pihak yang mengelola acara pernikahan baik mengelola sebagian ataupun keseluruhan acara. Sebagai WO, mereka tidak hanya melakukan persiapan tempat dan jamuan untuk tamu saja tapi juga akan membantu tiap tahapan pernikahan dari awal hingga akhir.

Beberapa tugas dan peran yang jadi tanggung jawab WO meliputi:

  • Perencanaan: menyiapkan segala perencanaan tatanan kegiatan mulai dari pra acara, tata rias, pemilihan pakaian pernikahan, akad nikah, persiapan adat pernikahan setempat, penentuan jumlah catering, dokumentasi, hingga pembagian oleh-oleh / merchandise.
  • Koordinator: mengkoordinasikan dengan satu atau kedua pihak keluarga mengenai pengisi acara, acara hiburan, konsep pesta pernikahan, jumlah tamu undangan, usulan pengeluaran biaya hingga penyewaan alat barang maupun jasa yang dibutuhkan.
  • Pengelola panitia: karena tidak semua panitia berasal dari pihak WO melainkan dari keluarga atau para tetangganya maka pihak WO akan berperan dalam memberikan arahan tentang apa saja yang harus dilakukan semua panitia pernikahan.
  • Pelaksana: WO memang tidak sepenuhnya terlibat dalam acara pernikahan karena hanya terlibat dalam pengelolaan acara, tapi mereka akan jadi pelaksana utama dengan tugasnya seperti survey dan memilih lokasi / gedung pernikahan, pelaksanaan dekorasi, dan pengamanan acara.

Cara Bisnis WO Tahap demi Tahap

Menjalankan bisnis apapun tentu tidak semudah yang dibayangkan, pasti ada saja halangannya. Sama halnya dengan memulai bisnis WO, nantinya pasti akan banyak tantangan yang akan di hadapi. Untuk memasuki bisnis ini tentu kita harus belajar dari pebisnis lain yang sudah sukses agar kita bisa mengikuti jejaknya.

Nah berikut ini adalah beberapa cara memulai bisnis WO yang telah dibagikan oleh para ahlinya:

Baca Juga : 7 Wo Jogja Paling Rekomended

A.      Menyiapkan Modal Usaha

Menjadi WO harus cepat & cekatan, bisa beradaptasi dalam tekanan, serta harus memiliki kreativitas yang tinggi. Disini WO juga diwajibkan untuk mampu menyusun anggaran seefektif mungkin demi menekan pengeluaran tanpa mengurangi kualitas dari acara wedding itu sendiri. Terkait permodalan, setidaknya WO perlu mengeluarkan biaya untuk ketiga hal berikut:

  1. Alat dan Perlengkapan Tetap
  2. Biaya Karyawan / SDM
  3. Biaya Kerjasama Vendor

Untuk masalah biaya promosi usaha, biaya perjalanan, biaya administrasi ini hitungannya relatif kecil, jadi ketiga pembiayaan di atas perlu anda prioritaskan lebih dulu. Mengingat bisnis ini memiliki risiko yang tidak terduga, maka siapkan juga modal darurat minimal 30% dari total aset bisnis.

B.      Memilih Jenis Bisnis WO

Berdasarkan kerjanya bisnis WO dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Wedding Helper

Wedding helper hanya bertugas membantu pelaksanaan acara pada hari H nya saja. Masalah pra dan pasca acara bukan jadi tanggung jawabnya. Hal ini karena pihak keluarga sudah memesan masing-masing vendor (catering, tata rias, dekorasi acara, dan lain lain) sehingga tugasnya jadi lebih ringan dan tidak butuh banyak modal untuk memulainya.

  1. Wedding Planner

Wedding planner memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih besar dan lebih luas karena akan mendampingi serta membantu pelaksanaan acara pernikahan secara keseluruhan mulai dari awal sampai akhir. Pihak pengantin cukup memberikan uang / DP dan semuanya akan diurus oleh tim WO.

C.      Memetakan Cakupan Pasar

Hal ini sangat berkaitan dengan skala bisnis yang anda pilih. Bila modal yang dimiliki besar maka jangkauan pasarnya bisa dikembangkan semaksimal mungkin. Demikian sebaliknya, jika modal yang anda punya terbatas maka ruang lingkup pemasarannya harus pada lingkup kecil seperti tingkat kecamatan atau kota.

Untuk bisa lebih jelas dalam memetakan cakupan pasar dengan baik anda perlu mengetahui beberapa hal. Diantaranya jumlah pesaing di wilayah, besar kecilnya saingan, model pemasaran / marketing, vendor yang dijadikan kerjasama, biaya sewa barang dan jasa, dan pemilihan partner bisnis yang tepat.

D.     Mempromosikan Bisnis secara Kreatif

Di era digital, bisnis yang bisa melakukan promosi dengan menarik adalah pemenang pasar. Anda bisa mencoba semua jenis channel marketing yang tersedia untuk memaksimalkan penjualan. Jika dikategorikan berdasarkan pengeluaran modal untuk promosi, setidaknya marketing dibagi menjadi 2 yaitu:

  • Free: misalnya via Google Business, Facebook Page, Youtube, Instagram, Email, WA marketing, SEO, selebaran, brosur.
  • Paid: contohnya via google ads, facebook & instagram ads, banner, iklan koran, iklan TV, dan SMS marketing.

Lalu untuk konsep pemasarannya sendiri ini harus dibuat sekreatif mungkin. Contohnya memberikan penawaran yang lebih bervariasi, penyediaan kupon untuk reorder, penyediaan sistem reseller / afiliasi, membuat paket WO menjadi beberapa jenis (basic, premium, VIP) sehingga bisa menjangkau semua kalangan, dan menggaet vendor yang sudah punya nama.

Keuntungan Bisnis WO

Beragam keuntungan bisnis WO dibandingkan dengan bisnis lainnya meliputi beberapa hal seperti berikut:

a)      Profit Sangat Menjanjikan

Untuk mengetahui profit secara keseluruhan tentu butuh analisa usaha yang disesuaikan dengan besar kecilnya bisnis milik kita. Namun secara umum bisnis ini bisa meraup keuntungan antara 5% – 15% per bulan dari modal total apabila mendapatkan setidaknya 5-10 pesanan per bulan. Bila mendapat konsumen lebih banyak tentu profit pun semakin tinggi. Sangat menguntungkan bukan?

b)      Bisnis yang Tidak Ada Matinya

Jumlah pernikahan per kota tiap harinya tentu ada ratusan bahkan bisa mencapai ribuan. Dan ini akan berlangsung secara terus menerus tanpa ada matinya. Walau pernikahan masih bergantung pada musiman, bisnis wedding organizer ini termasuk bisnis yang tidak akan pernah surut. Selama anda bisa fokus pada kepuasan konsumen, maka pelanggan akan terus datang silih berganti.

c)      Risiko Jauh Lebih Rendah

Dibandingkan dengan usaha yang berorientasi pada produksi barang, usaha jenis ini justru lebih minim risiko. Kita tidak perlu beli alat-alat yang besar karena banyak vendor yang menyediakan penyewaan. Selain itu pihak pelanggan pun sudah membayar DP antara 50% – 80% dari total biaya jadi risiko kerugian yang dialami pun lebih rendah jika meraka tidak bayar.

Itulah sedikit informasi mengenai cara bisnis WO yang tentunya bisa anda pelajari bagi yang benar-benar tertarik untuk memulai bisnis WO ini. Mengingat keuntungan bisnis WO yang begitu besar tentu jangan sampai menunda-nunda lagi jika anda ingin terjun kedalamnya.

Salam cinta,
GADIS NIMSY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *